Jumat, 26 Juni 2020

TUGAS REVIEW DAN RESUME JURNAL. 3


REVIEW JURNAL
Judul
:
Penetapan Desa Wirausaha dan Strategi pengembangannya
Jurnal
:
Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi
Vol. Dan Hal
:
Vol. 9 No. 2, Hal 28-36
Tahun
:
2017
Penulis
:
Iman Hilman
Reviewer
:
Rafifah Aryanti

A.      LATAR BELAKANG
Gagasan melahirkan desa wirausaha merupakan keinginan untuk mengangkat potensi dan keunggulan suatu wilayah yang mampu menjadi penggerak kegiatan perekonomian yang berdampak lebih luas. Desa Gunung Malang yang berlokasi di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor diproyeksikan sebagai salah satu desa yang akan menjadi percontohan desa wirausaha. Persoalannya adalah bagaimana metode penetapan desa wirausaha sehingga peluang keberhasilannya sebagai desa wirausaha lebih besar. Apakah Desa Gunung Malang benar-benar potensial menjadi desa wirausaha dan bagaimana strategi yang diperlukan untuk pengembangan desa wirausaha di Desa Gunung Malang tersebut

B.      TUJUAN
Untuk mengetahui apakah Desa Gunung Malang cocok untuk pengembangan desa wirausaha di Kecamatan Tenjolaya dengan melalui assessment potensi wilayah, penyesuaian dengan harapan masyarakat dan dengan kebijakan pemerintah.

C.      METODE
Metode penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu desk research dan field research. Metode desk research dilakukan untuk melakukan studi literatur dan mengumpulkan data sekunder. Selanjutnya field research dilakukan untuk mendapatkan data primer. Ada 2 (dua) teknik yang digunakan, yaitu wawancara dengan tokoh masyarakat Desa Gunung Malang.

D.      INTI DARI JURNAL
Jurnal ini membahas tentang pengembangan metode penetapan desa wirausaha, faktor penetapan wirausaha, dan strategi pengembangan desa wirausaha di desa Gunung Malang

E.       KESIMPULAN
Desa Gunung Malang cocok untuk pengembangan desa wirausaha di Kecamatan Tenjolaya karena beberapa pertimbangan

RESUME JURNAL
·         PENDAHULUAN
Gagasan melahirkan desa wirausaha merupakan keinginan untuk mengangkat potensi dan keunggulan suatu wilayah yang mampu menjadi penggerak kegiatan perekonomian yang berdampak lebih luas. Penetapan suatu desa wirausaha harus melalui assesment terhadap potensi wilayah, kondisi masyarakat, sarana dan prasarana, keterkaitan aktivitas ekonomi dengan wilayah-wilayah lainnya, aspek pendukung seperti kelembagaan keuangan, posisi geografis yang diuntungkan serta resultante keseluruhannya. Desa Gunung Malang yang berlokasi di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor diproyeksikan sebagai salah satu desa yang akan menjadi percontohan desa wirausaha. Lokasinya yang berada di kawasan wisata Gunung Salak Endah dan akses jalan yang memadai dinilai berpotensi menjadi desa wirausaha. Persoalannya adalah bagaimana metode penetapan desa wirausaha sehingga peluang keberhasilannya sebagai desa wirausaha lebih besar. Apakah Desa Gunung Malang benar-benar potensial menjadi desa wirausaha dan bagaimana strategi yang diperlukan untuk pengembangan desa wirausaha di Desa Gunung Malang tersebut

·         TINJAUAN PUSTAKA
a.       Pengertian kewirausahaan dan wirausaha
Kewirausahaan secara umum diartikan sebagai proses mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih. Wirausahawan atau enterpreneur adalah orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan kesuksesan. Dengan kata lain wirausaha adalah orang yang menjalankan wirausaha.
b.      Pengertian desa wirausaha
Program desa wirausaha merupakan upaya untuk mengangkat potensi wilayah yang mampu menggerakkan perekonomian desa. Program ini juga bertujuan meningkatkan peran koperasi dan UKM di desa, menumbuhkan wirausaha baru, serta membuka lapangan kerja

·         METODE PENELITIAN
Metode penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu desk research dan field research. Metode desk research dilakukan untuk melakukan studi literatur dan mengumpulkan data sekunder. Selanjutnya field research dilakukan untuk mendapatkan data primer. Ada 2 (dua) teknik yang digunakan, yaitu wawancara dengan tokoh masyarakat Desa Gunung Malang.

·         PEMBAHASAN
a.       Pengembangan metode penetapan desa wirausaha
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, metode penetapan desa wirausaha mempertimbangkan 3 (tiga) faktor yaitu faktor potensi wilayah, faktor harapan masyarakat dan faktor kebijakan pemerintah. Untuk faktor potensi wilayah, dilakukan dengan assessment. Assessment ini dilakukan dengan menilai potensi sebuah wilayah berdasarkan beberapa parameter dan indikator yang relevan.
Untuk mengetahui harapan masyarakat, dilakukan dengan melakukan wawancara tatap muka dengan masyarakat. Namun sebelumnya harus ditentukan dulu jenis usaha dominan yang akan menjadi ikon dalam pengembangan desa wirausaha. Hasilnya adalah jenis usaha yang cukup dominan dan berpotensi menjadi ikon desa wirausaha adalah kerajinan anyaman bambu dan produk dari bambu.
b.      Pengujian penetapan desa Gunung Malang sebagai desa wirausaha
Berdasarkan hasil pengujian, Desa Gunung Malang memenuhi persyaratan dan kriteria untuk pengembangan desa wirausaha. masyarakat Desa Gunung Malang cukup produktif dan kreatif. Selain sebagian besar menjadi petani, mereka umumnya juga mengembangkan produkproduk pengolahan walaupun masih dalam skala rumah tangga. Di antara beberapa usaha yang dikembangkan, ada dua jenis usaha yang cukup dominan yaitu produk pengolahan bambu serta konveksi. Masyarakat Desa Gunung Malang memutuskan untuk mengembangkan produk pengolahan bambu sebagai produk utama dalam program pengembangan Desa Wirausaha, dengan pertimbangan sebagai berikut:
1)      Produk pengolahan bambu menggunakan bahan baku dari desa sendiri
2)      Produk pengolahan bambu menciptakan nilai tambah bagi hasil bambu di desa.
3)      Masyarakat yang mengusahakan produk pengolahan bambu lebih banyak
4)      Produk-produk pengolahan bambu merupakan hasil kreativitas masyarakat yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.
5)      Produk pengolahan bambu memiliki potensi untuk dikembangkan terutam jika mendapatkan sentuhan teknologi dan desain yang lebih marketable
c.       Strategi pengembangan desa wirausaha di desa gunung Malang
1)      Peningkatan kualitas SDM pengrajin
Strategi pertama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas SDM pengrajin melalui program pelatihan. Adapun materi pelatihan yang perlu diberikan kepada para pengrajin idealnya meliputi 3 (tiga) aspek, yaitu: pengembangan mental entrepreneurship, pengembangan keterampian manajerial (soft skill) dan peningkatan keterampilan dalam menghasilkan produk yang inovatif (hard skill).
2)      Peningkatan kualitas harga produksi
umumnya para pengrajin berharap adanya bantuan terhadap pengadaan alat kerja yang lebih memudahkan mereka menghasilkan poduk yang berkualitas. Jenis peralatan yang akan diberikan harus disesuaikan dengan produk yang akan dikembangkan.
3)      Pengembangan kelembagaan usaha
Strategi ketiga yang diperlukan adalah pengembangan kelembagaan usaha. Ada dua alternatif bentuk kelembagaan yang dapat dikembangkan, yaitu:
a)      Koperasi 
Tujuan koperasi ini adalah untuk menjadi tempat mereka menabung dan memperoleh permodalan, juga untuk menjadi lembaga yang dapat membantu pemasaran produk-produk hasil pengrajin.
b)      BUMDES (Badan Usaha Milik Desa)
BUMDES dapat berperan terutama dalam memasarkan produk-produk hasil pengrajin dan mebantu akses permodalan melalui kerjasama dengan perbankan atau lembaga keuangan lainnya.
4)      Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa
perlu upaya sosialisasi tentang program ini dan peningkatkan kapasitas aparatur desa sehingga mampu menjadi mitra pemerintah daerah dalam mensukseskan program desa wirausaha.
5)      Pengembangan promosi desa wirausaha sebagai desa wisata
6)      Peningkatan  kualitas infrastruktur
7)      Penyiapan masyarakat

·         PENUTUP
Desa Gunung Malang cocok untuk pengembangan desa wirausaha di Kecamatan Tenjolaya. Adapun komoditas yang layak dikembangkan sebagai ikon desa wirausaha di Gunung Malang adalah produk hasil pengolahan bambu, seperti tusukan sate, boboko, tampah, dan lain-lain. Program jangka pendek yang direkomendasikan adalah (1) Pelatihan untuk para pengrajin pengolahan bambu untuk meningkatkan kualitas produk sehingga lebih menarik dan bersaing, (2) Pemberian bantuan peralatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan untuk peningkatan kualitas produk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari tahu BUMDes Samudra di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon

Topik : Peran bumdes dalam membangun kewirausahaan dan kemandirian desa Narasumber : Bu Neneng (Bendahara BUMDes Samudra) Pewawancara : Ra...