REVIEW JURNAL
Judul
|
:
|
Penetapan
Desa Wirausaha dan Strategi pengembangannya
|
Jurnal
|
:
|
Jurnal
Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi
|
Vol.
Dan Hal
|
:
|
Vol. 9 No. 2, Hal 28-36
|
Tahun
|
:
|
2017
|
Penulis
|
:
|
Iman
Hilman
|
Reviewer
|
:
|
Rafifah
Aryanti
|
A.
LATAR BELAKANG
Gagasan melahirkan
desa wirausaha merupakan keinginan untuk mengangkat potensi dan keunggulan
suatu wilayah yang mampu menjadi penggerak kegiatan perekonomian yang berdampak
lebih luas. Desa Gunung Malang yang berlokasi di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten
Bogor diproyeksikan sebagai salah satu desa yang akan menjadi percontohan desa
wirausaha. Persoalannya adalah bagaimana metode penetapan desa wirausaha
sehingga peluang keberhasilannya sebagai desa wirausaha lebih besar. Apakah
Desa Gunung Malang benar-benar potensial menjadi desa wirausaha dan bagaimana
strategi yang diperlukan untuk pengembangan desa wirausaha di Desa Gunung
Malang tersebut
B.
TUJUAN
Untuk mengetahui apakah Desa Gunung Malang cocok
untuk pengembangan desa wirausaha di Kecamatan Tenjolaya dengan melalui assessment
potensi wilayah, penyesuaian dengan
harapan masyarakat dan dengan kebijakan
pemerintah.
C.
METODE
Metode penelitian ini menggunakan 2 (dua)
metode yaitu desk research dan field research. Metode desk research dilakukan untuk melakukan studi literatur dan mengumpulkan data
sekunder. Selanjutnya field research dilakukan untuk mendapatkan data primer. Ada 2 (dua) teknik yang
digunakan, yaitu wawancara dengan tokoh masyarakat Desa Gunung Malang.
D.
INTI DARI JURNAL
Jurnal ini membahas tentang pengembangan
metode penetapan desa wirausaha, faktor penetapan wirausaha, dan strategi
pengembangan desa wirausaha di desa Gunung Malang
E.
KESIMPULAN
Desa Gunung Malang cocok untuk pengembangan desa
wirausaha di Kecamatan Tenjolaya karena beberapa pertimbangan
RESUME
JURNAL
·
PENDAHULUAN
Gagasan melahirkan desa wirausaha merupakan
keinginan untuk mengangkat potensi dan keunggulan suatu wilayah yang mampu
menjadi penggerak kegiatan perekonomian yang berdampak lebih luas. Penetapan
suatu desa wirausaha harus melalui assesment terhadap potensi wilayah, kondisi masyarakat, sarana dan prasarana,
keterkaitan aktivitas ekonomi dengan wilayah-wilayah lainnya, aspek pendukung
seperti kelembagaan keuangan, posisi geografis yang diuntungkan serta resultante
keseluruhannya. Desa Gunung Malang yang
berlokasi di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor diproyeksikan sebagai salah
satu desa yang akan menjadi percontohan desa wirausaha. Lokasinya yang berada
di kawasan wisata Gunung Salak Endah dan akses jalan yang memadai dinilai
berpotensi menjadi desa wirausaha. Persoalannya adalah bagaimana metode
penetapan desa wirausaha sehingga peluang keberhasilannya sebagai desa
wirausaha lebih besar. Apakah Desa Gunung Malang benar-benar potensial menjadi
desa wirausaha dan bagaimana strategi yang diperlukan untuk pengembangan desa
wirausaha di Desa Gunung Malang tersebut
·
TINJAUAN PUSTAKA
a. Pengertian kewirausahaan dan wirausaha
Kewirausahaan secara umum diartikan sebagai proses mengerjakan sesuatu
yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan
nilai lebih. Wirausahawan atau enterpreneur adalah orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan
kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan untuk
mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan
kesuksesan. Dengan kata lain wirausaha adalah orang yang menjalankan wirausaha.
b. Pengertian desa wirausaha
Program desa wirausaha merupakan upaya untuk mengangkat potensi
wilayah yang mampu menggerakkan perekonomian desa. Program ini juga bertujuan
meningkatkan peran koperasi dan UKM di desa, menumbuhkan wirausaha baru, serta
membuka lapangan kerja
·
METODE PENELITIAN
Metode penelitian ini menggunakan 2 (dua)
metode yaitu desk research dan field research. Metode desk research dilakukan untuk melakukan studi literatur dan mengumpulkan data
sekunder. Selanjutnya field research dilakukan untuk mendapatkan data primer. Ada 2 (dua) teknik yang
digunakan, yaitu wawancara dengan tokoh masyarakat Desa Gunung Malang.
·
PEMBAHASAN
a. Pengembangan metode penetapan desa wirausaha
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, metode penetapan desa
wirausaha mempertimbangkan 3 (tiga) faktor yaitu faktor potensi wilayah, faktor
harapan masyarakat dan faktor kebijakan pemerintah. Untuk faktor potensi
wilayah, dilakukan dengan assessment. Assessment ini dilakukan dengan menilai potensi sebuah wilayah berdasarkan
beberapa parameter dan indikator yang relevan.
Untuk mengetahui harapan masyarakat, dilakukan dengan melakukan wawancara
tatap muka dengan masyarakat. Namun sebelumnya harus ditentukan dulu jenis
usaha dominan yang akan menjadi ikon dalam pengembangan desa wirausaha.
Hasilnya adalah jenis usaha yang cukup dominan dan berpotensi menjadi ikon desa
wirausaha adalah kerajinan anyaman bambu dan produk dari bambu.
b. Pengujian penetapan desa Gunung Malang sebagai desa wirausaha
Berdasarkan hasil pengujian, Desa Gunung Malang memenuhi persyaratan
dan kriteria untuk pengembangan desa wirausaha. masyarakat Desa Gunung Malang
cukup produktif dan kreatif. Selain sebagian besar menjadi petani, mereka
umumnya juga mengembangkan produkproduk pengolahan walaupun masih dalam skala
rumah tangga. Di antara beberapa usaha yang dikembangkan, ada dua jenis usaha
yang cukup dominan yaitu produk pengolahan bambu serta konveksi. Masyarakat
Desa Gunung Malang memutuskan untuk mengembangkan produk pengolahan bambu
sebagai produk utama dalam program pengembangan Desa Wirausaha, dengan
pertimbangan sebagai berikut:
1) Produk pengolahan bambu menggunakan bahan baku dari desa sendiri
2) Produk pengolahan bambu menciptakan nilai tambah bagi hasil bambu di
desa.
3) Masyarakat yang mengusahakan produk pengolahan bambu lebih banyak
4) Produk-produk pengolahan bambu merupakan hasil kreativitas masyarakat
yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.
5) Produk pengolahan bambu memiliki potensi untuk dikembangkan terutam
jika mendapatkan sentuhan teknologi dan desain yang lebih marketable
c. Strategi pengembangan desa wirausaha di desa gunung Malang
1) Peningkatan kualitas SDM pengrajin
Strategi pertama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas SDM
pengrajin melalui program pelatihan. Adapun materi pelatihan yang perlu
diberikan kepada para pengrajin idealnya meliputi 3 (tiga) aspek, yaitu: pengembangan
mental entrepreneurship, pengembangan keterampian manajerial (soft
skill) dan peningkatan keterampilan dalam
menghasilkan produk yang inovatif (hard skill).
2) Peningkatan kualitas harga produksi
umumnya para pengrajin berharap adanya bantuan terhadap pengadaan alat
kerja yang lebih memudahkan mereka menghasilkan poduk yang berkualitas. Jenis
peralatan yang akan diberikan harus disesuaikan dengan produk yang akan
dikembangkan.
3) Pengembangan kelembagaan usaha
Strategi ketiga yang diperlukan adalah pengembangan kelembagaan usaha.
Ada dua alternatif bentuk kelembagaan yang dapat dikembangkan, yaitu:
a) Koperasi
Tujuan koperasi ini adalah untuk menjadi tempat mereka menabung dan
memperoleh permodalan, juga untuk menjadi lembaga yang dapat membantu pemasaran
produk-produk hasil pengrajin.
b) BUMDES (Badan Usaha Milik Desa)
BUMDES dapat berperan terutama dalam memasarkan produk-produk hasil
pengrajin dan mebantu akses permodalan melalui kerjasama dengan perbankan atau lembaga
keuangan lainnya.
4) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa
perlu upaya sosialisasi tentang program ini dan peningkatkan kapasitas
aparatur desa sehingga mampu menjadi mitra pemerintah daerah dalam mensukseskan
program desa wirausaha.
5) Pengembangan promosi desa wirausaha sebagai desa wisata
6) Peningkatan kualitas
infrastruktur
7) Penyiapan masyarakat
·
PENUTUP
Desa Gunung Malang cocok untuk pengembangan desa
wirausaha di Kecamatan Tenjolaya. Adapun komoditas yang layak dikembangkan
sebagai ikon desa wirausaha di Gunung Malang adalah produk hasil pengolahan
bambu, seperti tusukan sate, boboko, tampah, dan lain-lain. Program jangka
pendek yang direkomendasikan adalah (1) Pelatihan untuk para pengrajin
pengolahan bambu untuk meningkatkan kualitas produk sehingga lebih menarik dan
bersaing, (2) Pemberian bantuan peralatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan
untuk peningkatan kualitas produk.