Kamis, 23 April 2020

PRODUK DAN MEREK (BRAND)


A. PRODUK

     1) Definisi Produk, Definisi produk menurut Philip Kotler, yaitu:
         a.Produk adalah sesuatu hal yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan
         b. Produk adalah sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapat perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan
      2) Klasifikasi Produk
           a. Berdasarkan Wujudnya 
               -Tangible Product adalah barang yang secara objek fisik yang dapat dirasakan dengan sentuhan seperti bangunan, kendaraan, gadget, atau pakaian.
               -Intangible Product atau produk tidak berwujud adalah produk yang hanya dapat dirasakan secara tidak langsung seperti polis asuransi.
            b. Berdasarkan Aspinwall Classification System
               -Replacement rate, Seberapa sering produk tersebut di pesan ulang oleh pelanggan
               -Gross margin, Berapa besar rata-rata keuntungan yang dihasilkan oleh tiap produk ( prosentase)
               -Buyer goal adjustment, Seberapa besar tentang segmen konsumen yang bisa dicapai
               -Duration of product satisfaction, Seberapa lama produk tersebut bermanfaat bagi pembeli
               -Duration of buyer search behavior, Berapa lama konsumen tetap mencari dan membeli produk

B. MEREK (BRAND)

      1) Definisi Merek (Brand)
          a. merek atau merek dagang (simbol : ™ atau ®) adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk atau jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi.
          b. Menurut kotler merek dapat dibedakan menjadi tiga pengertian yaitu:
              -Brand name adalah bagian dari merek yang bisa dilafalkan
              -Brand Mark adalah suatu simbol atau desain yang digunakan untuk memberikan identitas pada produk atau untuk membedakannya dengan produk lain             
              -Trade character adalah brand Mark yang mengambil bentuk fisik atau sifat manusia
      2) Bagaimana Memilih Sebuah Merek atau Brand
          Choosing a brand name by Philips Kotler ,
          a. Memorable
               -easily recognize (mudah dikenali atau mudah diperkenalkan)
               -easily recalled (Mudah diingat dan diucapkan
          b. Meaningfull
               -Descriptive (mudah dideskripsikan)
               -persuasive (mudah untuk dipromosikan)
          c. Likeable ( penuh dengan ketertarikan)
               -Fun and interesting (Menyenangkan dan menarik)
               -Rich visual and verbal imagery ( kaya akan citra visual dan verbal )
               -aesthetically
          d. Protectable
               -Flexibel ( dapat dipergunakan secara fleksibel)
               -updateable
          e. Transferable
               -within and cross product categories across geographical boundaries and cultures (dalam dan lintas kategori produk melintasi batas geografis dan budaya)

C. PERBEDAAN PRODUK DAN MEREK



Rabu, 15 April 2020

KONSEP BERBISNIS

  • Peluang, menurut KBBI adalah kesempatan
  • Ide, menurut KBBI adalah rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita
  • Kreativitas,  merupakan  unsur yang melekat dalam pengembangan bisnis
  • Konsep Ide Dan Peluang
          1. Ide bisa muncul ketika ada peluang atau kesempatan dan ide juga didukung oleh kreativitas
          2. Sebuah ide bisnis dimulai dengan sebuah kesempatan
          3. Sebuah peluang bisnis yang ada ketika ada permintaan (demand) untuk barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan (need and want) masyarakat. Konsep need and want merupakan konsep dasar segala usaha. Dalam berbisnis kita harus pandai membaca apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen,
  •  Jenis-Jenis Peluang Usaha, dapat diliat berdasarkan
          1. Tradisi
              Misalnya pada saat Bulan Ramadhan atau Idul Fitri, permintaan di bidang fashion dan makanan meningkat. Lalu pada Idul ADha permintaan hewan kurban dapat meningkat.
          2. Kehidupan sehari-hari
              Seprti beras, gula, minyak dalam sehari-hari permintaannya kan terus meningkat karena barang tersebut merupakan kebutuhan pokok.
          3. Hobi
              Kita dapat menjalankan bisnis dengan melihat peluang usaha berdasrkan hobi atau hal yang kita sukai.
          4. Membuat nilai tambah
              Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan unique selling dengan menjual barang-barang yang unik.
  • Tujuan Bisnis dan Usaha, Menurut Peter F, Drucker " The purpose of a business is to create and keep a customer" yang artinya tujuan dari bisnis adalah menciptakan konsumen untuk membeli produk kita dan mempertahankannya. 

Jumat, 10 April 2020

PRINSIP DAN ETIKA BISNIS SYARIAH

PRINSIP BISNIS SYARIAH

  • Pengertian Prinsip Bisnis Syariah
Dalam KBBI, Prinsip memiliki makna asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya) atau dasar. Prinsip bisnis syariah adalah kebenaran universal yang inheren (berhubungan erat) dan menjadi pokok-pokok dasar dalam berpikir dan bertindak dalam mengelola bisnis dengan berpaduan atau dilandasi dengan syariat islam.
  • Jenis-Jenis Prinsip Bisnis Syariah
Jenis-jenis prinsip bisnis syariah meliputi prinsip umum dan khusus
1) Prinsip umum, terdiri dari enam bagian, yaitu:
    a. Illahiyah (Prinsip Tauhid), Prinsip bisnis yang dalam kegiatan serta pengelolaannya didasarkan oleh nilai-nilai ketuhanan yang melekat dalam menjalankan bisnis. 
    b. Prinsip Nabawi ( Kenabian), Prinsip bisnis yang menyandarkan nilai-nilai kenabian sebagai pemandunya karena yang ada pada diri nabi adalah keteladanan sehingga tidak ada keraguan. Adapun sifat-sifat nabi yaitu Shidiq (Jujur atau benar), Amanah (Dapat dipercaya), Fatanah (Cerdas atau cerdik), dana Tabligh (menyampaikan). 
    c. Prinsip Adliyah (Keadilan), Prinsip bisnis ini menyandarkan nilai-nilai keadilan sebagai pemandunya. Allah memeritahkan setiap umat untuk berlaku adil dalam segala hal. Prinsip ini menghadirkan kemaslahatan secara umum dan menghapus kerugian.
    d. Prinsip Hurriyah (Kebebasan), Prinsip yang menyandarkan nilai-nilai kebebasan sebagai pemandunya.  Kebebasan disini berarti kebebasan melakukan sesuaru jika tidak ada dalil yang melarangnya. Prinsip ini melahirkan ibovasi dan kreativitas dalam karya-karya bisnis.  Kebebasan ini diatur dalam dalil-dalil yanag syar'i. 
    e. Prinsip Musawwah (Kesetaraan), Prinsip bisnis yang menyandarkan nilai-nilai kesetaraan sebagai pemandunya. Nilai-nilai kesetaraan ini melahirkan pola kemitraan dalam berbisnis. Keetaraan disini berarti semua pihak yang terlibat dalama aktivitas bisnis memiliki kedudukan bisnis yang setara.
    f. Prinsip Ta'awun (Tolong Menolong), Prinsip yang menyandarkan kerjasama sebagai pemandunya.
2) Prinsip khusus, terdiri atas tujuh bagian, yaitu:
    a. Prinsip Taba'dulul Manafi, Merupakan asas pertukaran manfaat atau keuntungan antara pihak-pihak yang terlihat dalam kegiatan bisnis. Pada prinsip ini tidak diperkenankan menimbulkan kemudharatan atau kerugian kepada semua pihak.
    b. Prinsip Pemarataan (Distributif), Merupakan prinsip keadilan dalam bidang bisnis bahwasannya setiap orang memiliki hak dan kesempatan untuk berbisnis. 
    c. Prinsip 'An tara' din (Saling Ridho), Setiap bentuk bisnis harus berdasarkan kerelaan masing-masing pihak.
    d. Prinsip Adamul Maghadir, Prinsip ini meniadakan unsur Maghadir yang meliputi maysir, gharar, iktikar/iktinaz, dhalim, dan riba.
    e. Prinsip Al-Birr Wa Al-Taqwa, Merupakan prinsip saling tolong-menolong dalam kebenaran dan taqwa. Merupakan ajaran prinsip illahiyah.
    f. Prinsip Musyarakah, Mengutamakan kerjasama sebagai prinsip dasar dalam menjalankan bisnis.
    g. Prinsip Kitabiyah (Pendokumentasian)

ETIKA BISNIS SYARIAH  

  • Pengerian Etika Bisnis Syariah
Etika memiliki makna perilaku, moral, sikap, atau sepadan dengan moralitas. Etika bisnis adalah seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan pada prinsip-prinsip moralitas Sedangkan etika bisnis syariah berarti seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar, salah, dan halal, haram dalam dunia bisnis berdasarkan pada prinsip-prinsip moralitas yang sesuai dengan syariah.
  •  Beberapa Ajaran Yang Terkait Etika Bisnis Syariah
1) Etika Bersifat Memberdayakan
   Salah satu contohnya adalah membantupihak yang lemah seperti kaum dhuafa.
2) Etika Pembayaran Upah 
   Dalam hal ini si pemberi pekerjaan dianjurkan memberi upah pekerja sebelum keringatnya kering.
3) Etika Jual Beli dan Hutang
    Seperti menjualkan sesuatu dengan perilaku yang sopan, penjual harus mudah, sopan, santun,  lembut, dan menjaga kehormatan, pembeli santun dalam membeli barang, pembeli tidak banyak cakap, pembeli tidak menuntut penjual untuk mendapat keuntungan yang tinggi, sopan dan santun dalam penagihan atau pembayaran hutang.
4) Etika dalam pemasaran terdapat 10 hal yang harus dihindari
    a. Khianah, artinya penjelasan yang tidak sesuai kepada pembeli mengenai modal
    b. Tagrir, artinya membujuk pihak lain dengan ucapan yang bohong dapat berupa manipulasi harg atau kualitas barang.
    c. Tadlish, artinya penjual menyembunyikan kecacatan barang untuk mengelabuhi pembeli.
    d. Tadlis Fi'al Ba'i Al-Murobahah, artinya kebohongan atau ketidakjujuran penjual dalam akad murobahah.
    e. Disisi, artinya penjual menjelaskan keunggulan dan menyembunyikan kecacatan.
    f. Tanajusi, artinya tindakan menawar barang yang dilakukan oleh calon pembeli dengan pihak yang tidak bermaksud bermaksud membeli dengan harga yang lebih tinggi dimaksudkan untuk menarik pembeli lain dan seolah-olah banyak yang berminat.
    g. Mukamaroh, artinya praktek pemasaran jasa
    h. Igro, artinya promosi yang menjanjikan bonus berlebih
    i. Talbis
    j. Khitman, artinya kegiatan menyembunyikan informasi dengan sengaja 
5) Etika Kontemporer
    Diimplementasikan dalam peraturan tata kelola perusahaan yang baik meliputi keterbukaan, akuntabilitas, pertanggung jawaban/responsibility, dan kemandirian/indenpendensi.
    

Sabtu, 04 April 2020

Karakteristik Pengusaha Muslim ( Kewirausahaan Islami)


Secara singkat, kewirausahaan merupakan suatu hal yang penting mengenai wirausaha. Kata “Kewirausahaan” berasal  dari dua kata yaitu “Wira” yang artinya pejuang, berani dan berwatak agung, atau berbudi luhur dan kata “Usaha” yang memiliki makna bekerja, berbuat amal, atau berbuat sesuatu. Adapun pengertian lain mengenai kewirausahaan adalah suatu proses atau kemampuan dalam membangun suatu usaha dengan cara menciptakan sesuatu yang baru yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah “ Kewirausahaan Islami “. Kewirausahaan islami adalah  suatu proses untuk membangun suatu usaha atau bisnis  dengan cara menciptakan sesuatu yang baru menggunakan sebuah inovasi dan kreatifitas dengan menerapkan norma atau nilai-nilai islam yang didasari Al-Qur’an dan hadist.

Seorang muslimpreneur harus memiliki karakteristik yang berbeda dari pengusaha-pengusaha lain dalam motif ataupun tujuan. Berikut ini merupakan karakter-karakter yang harus dimiliki oleh seorang muslimpreneur:
  • Taqwa sebagai kerangka kerja
Seorag pengusaha muslim yang sukses harus bertaqwa kepada Allah dan mencari kekayaan ataupun keuntungan untuk meningkatkan keimanan dirinya sendiri dengan cara  melakukan ajaran Allah dan Nabi-Nya.
  • Halal sebagai prioritas utama 
Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk berwirausaha, tetapi juga mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan mendapat penghasilan atau keuntungan yang halal.
  • Tidak menyia-nyiakan sesuatu/ Mubazir
Islam mengajarkan umatnya agar tidak menyia-nyiakan sesuatu/ Mubazir serta mengajarkan umatnya untuk memanfaatkan sesuatu yang ada dengan baik sesuai kebutuhan. 
  • Menyembah Allah merupakan prioritas
  • Mengamalkan nilai-nilai moral yang tinggi 
Seperti halnya mengaramkan/ menghapus sistem riba ataupun melarang riba dalam setiap sendi kehidupan.
  • Dapat dipercaya/ Amanah
Nabi Muhammad dan para sahabatnya memiliki sifat yang amanah dan akhirnya sukses dalam menjalankan usahanya. 
  • Kepedulian terhadap kesejahteraan
Sistem kesejahteraan sosial dalam islam/ zakat adalah setiap orang wajib memberikan sebagian harta atau barangnya kepada masyarakat atau mengamalkannya dengan berbagai cara.
  • Memiliki pengetahuan yang luas

Pengetahuan merupakan hal yang penting dalam islam. Maka dengan saling berbagi pengetahuan dapat mengantarkan kita untuk menjadi pegusaha muslim yang sukses.
  • Peduli terhadap masyarakat dan lingkungan

Dalam islam kita selalu diajarkan mengenai budi pekerti/ berempati kepada masyarakat dan peduli terhadap lingkungan. Maka hal tersebut harus diterapkan agar usaha kita dapat maju dan berkembang
  

Karakteristik muslimpreneur diatas merupakan sebuah fondasi dalam membangun hubungan kita dengan Allah maupun dengan orang lain dalam memulai ataupun membangun sebuah usaha.



Cari tahu BUMDes Samudra di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon

Topik : Peran bumdes dalam membangun kewirausahaan dan kemandirian desa Narasumber : Bu Neneng (Bendahara BUMDes Samudra) Pewawancara : Ra...